Seseorang yang sukses secara financial biasanya memiliki pemikiran,
omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal
tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang
mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan
tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama
ini.
Mereka bisa menjadi kayak arena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan
perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara
financial. Berikut ini
tips melakukan 10 kebiasaan yang bisa membuat Anda sukses secara financial (kaya):
1. Kebiasaan Networking

Empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya
adalah rejeki. Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak
pernah tahu. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar.
Mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup
seribu tahun lagi.
Salah satu yang dapat membuaka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau
dalam istilah bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia
sejatinya merupakan makhluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus
berkomunikasi. “Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian
menurut Aristoteles.
Oleh karena itu,
manusia tidak bisa hidup sendiri.
Manusia selalu membutuhkan orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal
dengan istilah “manusia sebagai makhluk sosial”. Singkatnya manusia
telah dibekali banyak hal untuk selalu melakukan interaksi dengan
manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya. Artinya, manusia
tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini Seperti bagaimana memaksimalkan
telur menjadi sepiring omlet lezat.
2. Kebiasaan Bangun Lebih Pagi

Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar
matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda
tentulah benar. Namun pada hakikatnya,
pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan.
Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga,
membaca koran, menyusun agenda kerja, menyepa tetangga, beribadah,
membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka
bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu
tertinggal. Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat
membuat mood Anda selalu segar.
3. Kebiasaan Menetapkan Tujuan.
Tujuan adalah kalimat- kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku
catatan, lamunan, atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah
apa yang orang kenal sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah
tangga yang terlihat lebih hijau. Namun, tujuan adalah sesutau yang
membuat Anda merasa bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun Anda
harus berusaha dengan susah payah.
Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) dan Soichiro Honda (pendiri
imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih
tujuan (mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku.
“Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya,” tutur Honda.
4. Kebiasaan Berinovasi.
Janganlah berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki
kelebihan sama sekali. “Yang saya lakukan hanya membakar bambu di
pekarangan rumah,” ucap Tsai Lun, penemu kertas pertama di dunia.
Kegiatan bakar-bakarannya, justru mengantarkannya untuk melihat bentuk
bubuk kertas (pulp) bambu, dari sisa pembakaran. Yang pada akhirnya
dikenal dengan ‘kertas’ sebagai pengganti ‘dedaunan’ untuk menulis.
Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi, kuncinya adalah
pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan dimana
saja, asalakan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang
menentramkan (baca: lepas dari zona nyaman).
Adalah Lawrence Edward “Larry” Page dan Sergey Brin, pada pendiri mesin
pencari di internet : Google, yang bisa lari dari zona nyaman untuk
menciptakan inovasi. “Semua orang pasti bicara tentang kebutuhan
dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan
orang itu?” ungkap Page. Maka Page pun menjawabnya dengan Google.
“Bisnis saya sebenarnya hanya menggali informasi, menemukan kecocokan
data satu dengan yang lainnya”, lanjut Brin.
5. Kebiasaan Berdoa.

Ora et Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti,
“berdoa dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa
dipisahkan. Walaupun kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu
merupakan pengharapan. Seseorang yang berdoa tidak akan merasakan
individualism menguasai dirinya. Oleh karena itu, konsep berdoa
merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama beranggapan bahwa
mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.
6. Kebiasaan Melakukan Sesuatu Sesegera Mungkin.
Manusia memang bukan mesin yang akan langsung mengerjakan sesuatu
setelah diperintah. Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti
menumpuk pekerjaan. Semakin bertumpuk, Anda akan semakin bingung
bagaimana menyelesaikannya. “Komputer adalah bisnis kecepatan, semakin
cepat proses dalam komputer, maka hasilnya akan semakin baik buat
semua,” demikian kata William “Bill” Gates, pemilik Microsoft Corp,
tentang bisnisnya yang selalu memimpin tren pasar komputer dunia. Karena
menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada
istilah menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan
waktu.
7. Kebiasaan Melakukan Introspeksi.
Siapa Anda? Anda adalah apa yang dipikrikan. Bagaimana Anda berpikir
menentukan bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan
bagaimana orang lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak
penting, maka Anda menjadi tidak penting di mata orang lain. Tak akan
ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan
sebenar-benarnya.
Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon mengenali
dirinya lewat potensi yang dimiliki dan juga kekurangan yang harus
diperbaiki. Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan
memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri (self awareness)
8. Kebiasaan Tepat Waktu.
Waktu dilhirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku.
Apakah manusia semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu
Anda akan merasa kesal jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu
pun sebaliknya.
Setiap hari setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya
bukan? Kunci untuk membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah
konsekwensi dengan apa yang telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut
bisa dimulai dengan datang tepat waktu. Menepati sesuatu adalah janji,
dan janji adalah hutang. Dengan datang tepat waktu, berarti Anda telah
menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda
janjikan.
9. Kebiasaan Berderma/sedekah
Mengurangi apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk
kepemilikan? Pemberi terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin
sedunia. Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya?
Ketika orang kaya merasa fakir, dia akan menjadi serakah dan tidak
menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua yang ada di dunia ini, mampu
member makan yang lebih bagi semua orang. Namun, keserakan dari orang
kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di dunia,” ucap Mahatma
Gandhi.
Lalu
apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah berderma. Orang
yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang lain
walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang uang tidak
pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang
menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin
berderma. Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia.
Ingat pula pepatah sunda,
“Mulangkalih aya nu dipincariosan abi aya di palihan”
(sekiranya ada yang dibutuhkan, saya ada di sebelah). Biasakanlah diri
Anda berderma karena dengan berderma, Anda seolah-olah sedang menanam
sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan yang sedang Anda
perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan selalu
dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan
selalu mendapatkan prioritas bantuan.
10. Kebiasaan Penurut
Pengetahuan manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang
dipersempit dengan sikap sok tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada
orang yang lahir dan tumbuh lantas masyur tanpa bantuan orang lain,
setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Menjadi penurut kadang bisa
menyelamatkan sekaligus memberi keuntungan bagi kita. Ingat akibat sikap
keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich
Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya korban di
pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia (Operasi
Citadel).
Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah orang tuanya, ketika
kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani tamu-tamu (orang
asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis kecilnya ini
menjadi imperium besar di abad ini.
http://www.blog-santai.com/2011/08/inilah-10-tips-penting-untuk-menjadi.html